PULANG KAMPOENG

Pertama merasakan mudik lebaran adalah pada tahun 1415 H yang bertepatan dengan tahun 1995, itu adalah pulang kampung pertama sejak menginjak kuliah di negeri sebrang.

Selama itu memang gak pernah merasakan yang namanya pulang kampung atau mudik lebaran, karena ketika itu keluarga kami semuanya hampir berdekatan satu hari bisa selesai melaksanakan silatirahmi baik keluarga bapak atau pun keluarga emak.

Baru tahun 1995 itulah saya merasakan yang namanya pulang kampung… dengan naik pesawat yang kala itu, kalo perjalanan naik pesawat maka kesannya itu waah.. gimana gitu .. waktu itu pulang pergi dengan maskapai Simpati, yang sekarang sudah hanya tinggal nama.
Sangat senang sekali bisa pulang ke rumah, kumpul bersama kedua orang tua yang ceria banget ketika saya pulang, terutama ‘emak’ .. masakan khas nya sampai sekarang ternyata belum ada bisa mengalahkannya, walaupun hanya sekedar sayur buncis kepala, kacang merah dan heeuum rendangnya …

Pokoknya tidak ada bisa mengalahkan yang bisa mendekati rasa masakan emak sekarang ini adalah kakak saya yang kedua, itu pun mendekati ya … hehe… kalo kakak yang pertama royalnya emak mendekati ,.. hehe…

Ternyata, pulang kampung lebaran tahun itu tidak pernah lagi bisa dirasakan keceriaan dan kumpul bersama, karena itu merupakan lebaran terakhir ‘emak’, Ibunda kami tercinta dan tersayang.. selang beberapa lama pas seminggu saya kembali ke tempat kuliah, dikabarkan saya harus pulang sesampai di rumah, ternyata ‘emak’ sudah tenang menghadap Sang Pemilik Kehidupan …

"Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es... Al Fatihah ..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.