S A H A Y A T I

Udara pagi masih memanggil untuk tetap dengan selimut di tempat tidur, namun panggilan itu tiada henti sampai tubuh ini bergerak ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu untuk mendirikan sholat shubuh … ya Emak memang akan terus memanggil sampai saya keluar kamar, dan kadang sekali – kali suara Bapak akan memanggil dengan suara khasnya, untuk saya segera melaksanakan sholat … Kadang Rindu mendengar panggilan Emak ketika menyuru sholat atau hanya sekedar untuk membeli bumbu ke warung …

Beruntunglah, kalau kita mempunyai orang tua yang selalu mengingatkan kita untuk mendirikan sholat, sekali lagi sangat beruntung.. karena ini adalah tanda saying, tanda cinta yang luar biasa besarnya dari orangtua kita kepada anaknya… yaah walau pada waktu itu saya merasa kesel juga .. hehe.. lagi enak-enaknya tidur dibangunin.. hehe… dan barulah sekarang terasa sangat rindu..

Secara tanpa sadar, ini merupakan Pendidikan yang luar biasa dari orangtua kita, sehingga pada saatnya kita akan menyadari bahwa shalat adalah kebutuhan kita, bukan hanya sekedar kewajiban, dan sekali lagi ini merupakan tanda cinta yang sangat luar biasa dari orang tua kita … terima kasih ya Allah Engkau telah menghadirkan untuk hamba orang tua yang selalu mengingatkan untuk selalu berbuat baik dan untuk selalu mengingat-Mu .. Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil.

Emak adalah ibu yang sangat sederhana, tapi kalau kata orang lain dan saudara kita semua, emak adalah sangat cantik dan modis, dan yang paling dikenal oleh tetangga oleh saudara dan juga di lingkungan kerja, emak adalah orang yang sangat baik.. Aamiin.. Ya Rabb. Ya.. beliau adalah SUARTI ATI HAYATI, seorang ibu dengan darah Jawa lahir sebagai Pujakesuma (putra jawa kelahiran sumatera), lahir di tanah Sumatera, tepatnya di daerah Limapuluh, Sumatera Utara dengan orang tua seorang tentara bersuku Jawa yang sudah lama tinggal di Sumatera, Emak ketika kecil pernah tinggal di Sumedang, beberapa tahun pernah tinggal di Asrama Gedong Panjang, Kota Sukabumi dan terakhir menetap di Cibandawa setelah kakek pensiun dari kedinasan sebagai Tentara.

Kadang kalau saya rindu Emak, saya sering menanyakan kepada Bapak tentang kisah – kisah Emak semasa hidup… atau saya terkadang selalu mengenang beliau dengan membayangkan saat – saat bersama Emak, maklum ketika Emak meninggal umur saya sekitar 18 Tahun dan jujur belum sempat memberikan kebahagiaan dan kebanggaan kepada Emak.

Sebagai rasa cinta dan begitu bangga nya memiliki seorang ibu yang sangat luar biasa, saya yang dalam beberapa bulan ini sedang merintis sebuah usaha, memberi nama usaha saya dengan SAHAYATI yang merupakan singkatan dari nama Emak, dengan harapan semoga usaha yang saya rintis bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat untuk bisa menjadi masyarakat yang mandiri secara Ekonomi dan bisa menebar kebaikan.

Mengutip, Ustadz Salim A Fillah …

Ibu!
Ini kata penegasan madrasah agung. Tempat anak-anak mempertanyakan semesta dengan bahasa paling akrab, harapan paling memuncak, dan keingintahuan paling dalam. Ini dermaga pengaduan paling luas saat mereka rasa teraniaya. Ini belai paling menenteramkan saat mereka gelisah. Dan ini dekapan paling memberi rasa aman saat mereka ketakutan.

 

 

Sukabumi, 3 Mei 2021

#sahayati #budiediya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.