WAKTU YANG PALING BERHARGA

Matahari sangat cerah walaupun cahayanya terik tapi tidak terlalu panas, melihat anak bungsu bermain dengan kreativitas dan imajinasinya membuat diri ini tersenyum. Sehingga tanpa sadar membawa diri ini berimajinasi, membayangkan ketika kecil dulu .. sungguh nikmat memang menjadi anak kecil, tidak mempunyai beban apapun, ketika memiliki keinginan tinggal meminta dan kalaupun tidak diberikan maka salah satu alat negoisasi terbaik mereka adalah MENANGIS.

Sehingga salah satu negoisator terbaik di dunia manapun tidak akan ada yang bisa mengalahkan mereka.. hehe.. tetapi terkadang untuk memberikan pembelajaran terbaik bagi mereka adalah dengan membiarkan mereka menangis, ketika meminta sesuatu yang menurut kita tidak baik untuk mereka, contohnya adalah ketika mereka menangis meminta Hape, dan kita berkeyakinan tidak baik bagi anak – anak terlalu sering bermain hape maka kita harus sedikit tega membiarkan mereka menangis tooh akhirnya mereka akan berhenti sendiri sehingga dalam alam bawah sadar mereka lama kelamaan akan tertanam bahwa ternyata dengan menangis untuk meminta bermain hape ternyata tidak mempan .. hehe… dan ini akan berulang, yang pada akhirnya mereka tidak akan meminta lagi.

Bersyukurlah, ketika kita bisa masih bermain bersama dengan mereka, karena ini adalah waktu-waktu yang paling berharga untuk bisa membersamai mereka, walaupun hanya sekedar menemani dan melihat mereka bermain, kehadiran kita di dekat mereka memiliki arti yang sangat penting bagi mereka, karena kadang bukan kuatnya lengan yang menjadikan anak dapat bersandar meneduhkan penatnya, tetapi kesediaan kitalah yang membedakan apakah anak-anak kita akan mengenali lengan orangtua sebagai sandaran yang menenteramkan hati ataukah tidak.

 

Jika saat berharga untuk anak kita berlalu begitu saja, bagaimana anak-anak itu kelak akan merindui kita?!

 

Sukabumi, 26 Ramadan 1442 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.